Time Organizer
February 2015
S M T W T F S
« Mar    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
Recent Comments
 

BAGIAN III

IDENTIFIKASI TANAMAN PERKEBUNAN

BAB I

PENDAHULUAN

1.1              Latar Belakang

Tanaman perkebunan merupakan tanaman yang menjadi andalan produk di negara Indonesia. Salah satunya adalah kelapa sawit. Indonesia sedang menuju produsen kelapa sawit nomor satu di dunia. Hal ini membuktikan bahwa Indonesia juga mempunyai potensi yang sangat luar biasa untuk dapat menjadi produsen terbesar untuk tanaman perkebunan lainnya seperti kelapa, karet, kakao, teh dan kopi.

 

1.2              Tujuan

Tujuan dilaksanakannya praktikum adalah agar mahasiswa dapat mempelajari dan mengidentifikasi tanaman perkebunan juga dapat mengetahui bagaimana proses pertumbuhan tanaman perkebunan yang baik dan efisien.

 

 

BAB II

METODE PELAKSANAAN

2.1 Waktu dan Tempat

Praktikum ini dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 7 Oktober 2012 di Kebun Percobaan Cikabayan.

 

2.2 Metode Pelaksanaan

Metode praktikum ini adalah pengenalan kepada mahasiswa tentang tanaman perkebunan oleh dosen di dalam ruangan kelas serta mengamati contoh – contoh tanaman perkebunan langsung di lapangan dan diskusi interaktif dengan asisten praktikum.

 

BAB III

HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1 Hasil

a.    Kelapa ( Cocus nucifera )

Kelapa merupakan tanaman yang dijuluki sebagai pohon kehidupan, karena setiap bagian tanaman dapat dimanfaatkan. Tanaman kelapa terbagi menjadi tiga jenis yaitu kelapa dalam, kelapa genjah dan kelapa hibrida. Kelapa hibrida sendiri merupakan persilangan antara kelapa dalam dengan kelapa genjah yang menghasilkan kelapa yang memiliki kualitas baik.

Kelapa tumbuh baik pada daerah dengan curah hujan antara 1300 – 2300 mm/tahun, bahkan sampai 3800 mm atau lebih, sepanjang tanah mempunyai drainase yang baik. Kelapa menyukai sinar matahari dengan lama penyinaran minimum 120 jam/bulan sebagai sumber energi sebagai sumber energi fotosintesis. Tanaman kelapa tumbuh baik didaerah dataran rendah dengan ketinggian yang optimal 0-450 m dpl. Pada ketinggian 450-1000 m dpl waktu berbuah akan terlambat, dan kadar minyaknya rendah.

b.      Kelapa Sawit ( Elaeis qumeensis )

Kelapa sawit merupakan salah satu sektor unggulan Indonesia dan konstribusinya terhadap ekspor non migas nasional yang cukup besar.

Kelapa  sawit dapat ditanam pada ketinggian lebih dari 500 m dpl. Pembibitan pada kelapa genjah memiliki waktu persiapan  satu tahun sampai kelapa siap untuk ditanam. Tanaman kelapa sawit mulai berbunga dan membentuk buah setelah umur 2-3 tahun. Produksi kelapa sawit akan maksimal jika dipanen mulai umur 4 tahun.

c.     Kopi ( Coffea Chanephora )

Kopi merupakan tanaman perkebunan yang sudah lama dibudidayakan. Kopi Indonesia saat ini dilihat dari hasilnya, menempati urutan ke empat terbesar di dunia.

Tanaman kopi berasal dari family Rubiaaceae yang terdiri atas 500 genus dan lebih dari 6000 spesies. Sebagian besar tumbuhan ini berwujut semak dan tumbuh baik pada iklim tropis. Tanaman kopi ada empat jenis yang dikenal, yaitu kopi arabika, kopi robusta, dan kopi liberik.

1)      Arabika

Kopi arabika pertama kali dibudidayakan di Indonesia pada tahun 1969. Kopi jenis arabika sangat baik ditanam didaerah yang berketinggian 1000 – 2100 di atas permukaan laut. Semakin tinggi lokasi perkebunan kopi, cita rasa yang dihasilkan biji kopi akan semakin baik. Perakaran kopi arabika ini lebih dalam dibandingkan dengan perakaran kopi robusta.

2)      Robusta

Tanaman kopi jenis robusta memiliki adaptasi yang lebih baik dibandingkan dengan kopi jenis arabika. Saat ini beberapa jenis robusta sudah dicampur menjadi klon atau hibrida, seperti klon BP 39, BP 42, SA13, SA 34 dan SA 56. Produksi kopi jenis Robusta secara umum dapat mencapai 800 – 2.000kg/ha/tahun (Ditjenbun,2002). Karakteristik fisik biji kopi robusta adalah:

  1. Rendemen kopi robusta relatif lebih tinggi dibandingkan dengan rendemen kopi arabika (20 – 22%)
  2. Biji kopi agak bulat.
  3. Lengkungan biji lebih tebal dibandingkan dengan jenis arabika.
  4. Garis tengah (parit) dari atas ke bawah hampir rata.

d. Kakao

Kakao merupakan tanaman tahunan yang memulai berbunga dan berbuah umur 3-4 tahu setelah ditanam. Apabila pengolahan tanaman kakao dilakukan dengan tepat,maka masa produksinya dapat bertahan sampai 25 tahun. Kakao memiliki banyak varietasnya, tetapi jenis yang paling banyak ditanam untuk diproduksi secara besar-besaran hanya tiga jenis, yaitu: jenis Criollo, jenis Forastero dan jenis Trinitari.

Tanaman kakao dapat tumbuh sampai ketinggian tempat maksimum 1200 m dpl, ketinggian tempat optimum sekitar 600 m dpl. Tanaman kakao sangat sensitif bila kekurangan air, sehingga tanahnya harus memiliki penyimpanan/ketersediaan air maupun saluran (drainase) yang baik. Karena tanaman kakao sangat sensitif terhadap kadar air, curah hujan yang dibutuhkan harus tinggi dan terdistribusi secara baik sepanjang tahun. Tingkat curah hujan yang baik per tahun berkisar antara 1500 mm – 2500 mm. curah hujan pada musim kemarau sebaiknya lebih kurang dari 100 mm per bulan dan tidak lebih dari tiga bulan.

e.    Karet ( Hevea brasiliansis )

Tanaman karet (Hevea brasiliensis) adalah tanaman tahunan, yang merupakan salah satu komoditi unggulan tanaman perkebunan. Tanaman tahunan ini dapat disadap getah karetnya pertama kali pada tahun ke-5. Dari getah tanaman karet (lateks) tersebut bisa diolah menjadi lembaran karet (sheet), bongkahan (kotak), atau karet remah (crumb rubber) yang merupakan bahan baku industri karet.kayu tanaman karet, bila kebun karetnya hendak diremajakan, juga dapat digunakan untuk bahan bangunan, misalnya untuk membuat rumah, furniture dan lain-lain.

Pada dasarnya tanaman karet tumbuh optimal pada dataran rendah dengan ketinggian 200 m dpl. Ketinggian lebih dari 600 m dpl tidak cocokuntuk tumbuh tanaman karet. Suhu optimal yang diperlukan berkisar antara 25oc sampai 35oc. tanaman karet memerlukan curah hujan optimal antara 2.500 mm sampai 4.000 mm/tahun dengan hari hujan berkisar antara 100 sampai dengan 150 HH/tahun.

f.      Teh ( Camelia sinensis )

Teh yang memiliki nama latin Camellia sinensis termasuk ke dalam genus Camellia yang umunya tumbuh di daerah yang beriklim tropis dengan ketinggian ideal 1200-1800 meter dpl, pada suhu cuaca 14 – 15oC dan curah hujan rata-rata 2500 – 3500 mm/tahun, dimana curah hujan minimum 1150 – 1400 mm/tahun, karena tanaman teh sangat tidak tahan terhadap daerah yang panas dan kering.

Menurut Adisewojo (1982), secara umum tanaman teh terdiri dari dua varietas besar yaitu varietas sinensis dan varietas assamica. Teh sinensis mempunyai daun yang lebih kecil dari teh assamica dan hasilnya lebih sedikit dibanding dengan teh assamica.

 

3.2 Pembahasan

            Setiap tanaman perkebunan mempunyai karakteristik yang berbeda-beda. Mulai dari varietas, ketinggian tanam, hingga umur panennya. Produktivitas tanaman perkebunan akan maksimal jika segala cara-cara penanamannya dilakukan dengan baik, juga harus didukung dengan tanah dan ketinggian yang cocok, sinar matahari dan curah hujan yang cukup. Apabila tanaman perkebunan kurang diperhatikan tata cara penanamannya maka akan menyebabkan hasil yang tidak maksimal, karena tanaman perkebunan biasanya ditanam dalam jumlah yang sangat banyak dan memang bertujuan untuk diambil buah atau daunnya sehingga dapat mendatangkan keuntungan ekonomis.

 

BAB IV

KESIMPULAN DAN SARAN

4.1 Kesimpulan

            Berdasarkan pengamatan yang telah diamati, praktikan dapat mengetahui berbagai macam tanaman perkebunan dengan varietas – varietas unggulnya. Dari varietas yang ada dapat diketahui kelebihan dari masing-masing varietas tersebut. Praktikan menjadi mengetahui bagaimana morfologi, tempat tumbuh yang sesuai, dan hasil yang ekonomis dari tanama perkebunan. Setiap tanaman perkebunan memiliki bagian yang bernilai ekonomis. Sebagai contoh tanaman teh mimiliki bagian yang ekonomis pada daunnya, tepatnya pucuk daun yang masih muda.

4.2 Saran

            Dalam praktikum kali ini mahasiswa terlihat sedikit pasif, akan lebih baik agar mahasiswa dapat terlibat langsung dalam proses pertumbuhan tanaman perkebunan seperti memangkas batang tanaman, memanen buah atau lainnya.

 

 

 

Daftar Pustaka

http://politeknikcitrawidyaedukasi.wordpress.com/2008/04/21/panen-dan-perkiraan-produksi-kelapa-sawit/ (Diakses tanggal : 23 Des 2012)

http://politeknikcitrawidyaedukasi.wordpress.com/2008/04/21/panen-dan-perkiraan-produksi-kelapa-sawit/ (Diakses tanggal : 23 Des 2012)

http://foragri.blogsome.com/demam-bertanam-kopi-arabika/ (Diakses tanggal : 23 Des 2012)

http://kopimataangin.blogspot.com/2012/03/perbedaan-arabika-dan-robusta.html (Diakses tanggal: 23 Des 2012)

Pracaya. 1999. Hama dan Penyakit Tanaman. Jakarta: Penebar Swadaya.

Tim Penyusun. 2012. Panduan Praktikum Dasar-Dasar Agronomi. Bogor: IPB Press.

 

*maaf ini sebenernya ada gambarnya tapi lagi males upload, semoga bermanfaat :)

 

 

 

 

 

 

 

BAGIAN II

PEMBIBITAN TANAMAN KOPI

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Kopi merupakan spesies tanaman berbentuk pohon yang termasuk dalam famili Rubiaceae dan genus Coffea (Najiyati 2007). Kopi arabika (Coffea Arabica) merupakan salah satu dari beberapa jenis kopi utama di dunia. Kopi arabika berasal dari hutan dataran tinggi Ethiopia pada ketinggian 1.370-1.830 mdpl (Waller 2007).

Tanaman perkebunan merupakan tanaman yang memiliki kemampuan produksi tinggi. Salah satu upaya untuk menghasilkan tanaman yang memiliki produktifitas tinggi adalah dengan memperhatikan penanganan pada waktu pembibitan dan peremajaan. Teknik pembibitan yang baik diperlukan untuk mendapatkan hasil yang maksimum

.

1.2  Tujuan

Tujuan dari pelaksanaan praktikum ini adalah :

  1. Mahasiswa mendapat pengetahuan mengenai prinsip dasar budidaya tanaman khususnya tanaman kopi.
  2. Mahasiswa dapat menentukan tahapan kerja dalam budidaya tanaman kopi.
  1. Mahasiswa dapat menentukan sarana produksi yang dibutuhkan: bibit, ukuran dan jenis wadah, serta media tanam.
  2. Mahasiswa dapat menjelaskan fase-fase pertumbuhan dan perkembangan pada tanaman kopi.

BAB II

METODE PELAKSANAAN

2.1 Tempat dan Waktu

Praktikum ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Cikabayan Atas (Cikatas), Institut Pertanian Bogor. Secara administratif terletak di Desa Babakan, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Waktu pelaksanaan praktikum ini pada tanggal 10 Oktober sampai 19 Desember 2012.

2.2 Bahan dan Alat

Tanaman yang digunakan pada praktikum ini adalah bibit kopi arabika (coffea Arabica) yang ditanam dalam sepuluh wadah kantung plastik (polybag) berukuran 15 x 20 cm. Media yang digunkan berupa tanah yang berada di Kebun Percobaan Cikabayan Atas. Alat yang digunakan yaitu cangkul, ember serta penanda sampel percobaan berupa spidol berwarna silver/putih.

2.3 Cara pelaksanaan

Setiap kelompok menyiapkan 10 bibit kopi serta polybag sebagai wadah pada praktikum ini. Cangkul serta ember yang diberikan digunakan untuk mengambil tanah sebagai media tanam bibit kopi tersebut. Setiap polybag diberi 4 lubang pada sisinya sekitar 5 cm dari dasar polybag, kemudian masukan media tanam. Usahakan agar polybag berdiri tegak dan tidak mudah roboh (dasar harus rata) dengan memampatkan media yang diisi. Pengisian media hingga sekitar 1 cm di bawah ujung atasnya. sisa sisi polybag dilipat 1 kali sehingga permukaan media rata dengan tepi polybag. Media disiram hingga cukup basah dan bibit ditanam tepat di tengah media pada kedalaman 1 – 2 cm. letakkan polybag di bawah naungan/lath house dan disusun secara teratur sehingga mudah dihitung. Beri label pada tiap tanaman. penyiraman dilakukan sesuai keperluan. Prinsipnya apabila tidak hujan atau hujan kurang dari 10 mm, maka media harus disiram.

BAB III

HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1 Hasil

Tabel hasil pengamatan tinggi tanaman kopi

 

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

10 Oktober 2012 (cm)

2,5

2,7

3

3,5

2,5

3

3,5

2,7

3

3

21 Desember 2012 (cm)

6,5

8,5

5

7,5

7,5

9

6,5

8,5

7

6,5

Tabel hasil pengamatan jumlah daun tanaman kopi

 

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

10 Oktober 2012 (helai)

-

-

-

2

-

2

-

-

-

2

21 Desember 2012 (helai)

8

8

6

8

6

8

6

6

6

4

 

3.2 Pembahasan

Tanaman yang digunakan pada praktikum ini merupakan tanaman perennial. Kopi pada awal masa hidupnya merupakan fase vegetatif karena selama pengamatan tidak ditemukan adanya bunga maupun buah, namun ketika kopi tersebut sudah dewasa, maka pertumbuhannya didominasi oleh fase generatif yang diselingi fase vegetatif.

Faktor yang mempengaruhi produktivitas tanaman kopi adalah lingkungan tumbuh termasuk ketinggian tanah dari permukaan laut, semakin tinggi dari permukaan laut maka waktu untuk mencapai masa tanaman menghasilkan akan semakin lama, yaitu 6 bulan setiap kenaikan 100 meter selain itu untuk mencapai kedaan optimal diperlukan tanah dengan ph antara 5,5- 6,5 dan suhu diantara 15 oC – 25 oC. Curah hujan yang ideal antara 1750 – 3000 mm/ Tahun atau bulan kering 3 bulan. Tanaman kopi termasuk kedalam jenis tanaman perdu sehingga kopi memerlukan tanaman peneduh, tanaman karet merupakan tanaman peneduh yang digunakan pada praktikum ini.

Berdasarkan tabel hasil pengamatan, pertumbuhan tanaman mengalami peningkatan yang signifikan setelah beberapa bulan, hal tersebut terlihat dari bertambahnya tinggi dan jumlah daun, hal ini menandakan kopi sedang dalam masa vegetatifnya. Media tanam yang digunakan adalah tanah yang terdapat di kebun percobaan cikabayan atas, yang ditempatkan pada polybag yang dilubangi, tujuan utama polybag dilubangi adalah untuk membuang air yang berlebih dan mempertahankan kelembaban media tanah. Waktu tanam yang baik untuk tanaman kopi adalah ketika musim hujan agar mendapat asupan air yang cukup sebagai faktor pertumbuhan kopi tersebut.

 

BAB IV

KESIMPULAN DAN SARAN

4.1  Kesimpulan

Tanaman Kopi merupakan tanaman perkebunan yang memiliki kharakteristik tersendiri. Tanaman ini cocok ditanam pada tanah kering serta memerlukan tanaman peneduh untuk mencapai produktivitas yang baik. Buah tanaman ini dimanfaatkan khususnya dalam pengolahan minuman sehingga perlu usaha budidaya pada tanaman ini agar ketersediaan hasil produksi tersebut stabil. Tanaman kopi dapat dikembangbiakan secara generatif maupun vegetatif. Penanaman bibit kopi merupakan salah satu budidaya hasil perkembangbiakan generatif yang harus diperhatikan agar produktivitas dari tanaman tersebut tetap terjaga. Ketersediaan air, hara, intensitas matahari, cuaca serta faktor lain sangat mempengaruhi pertumbuhan tanaman tersebut. dengan mengendalikan faktor-faktor pertumubuhan tersebut, tanaman kopi dapat menjadi komoditas pertanian yang diunggulkan.

4.2  Saran

Saran dari penulis untuk praktikum pembibitan tanaman kopi yaitu agar jenis kopi tersebut bervariasi sehingga mahasiswa dapat mengamati perbedaan dari jenis-jenis tanaman kopi tersebut. Selain itu fasilitas seperti keran air dan peralatan yang ada di Kebun Percobaan Cikabayan Atas tersebut dapat lebih memadai sehingga praktikan dapat melaksanakan praktikum ini dengan lancar.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Waller, J.M., M. Bigger & R.J. Hillocks. Coffe Pests, Diseases & Their Management. London: CABI.

Sri Najiyati, Danarti. Kopi Budi Daya & Penanganan Pascapanen. Jakarta: Penebar Swadaya

http://www.rumahkopi.com/2012/02/lahan-untuk-budidaya-tanaman-kopi.html (Diakses tanggal : 20 Des 2012)

 

 

LAPORAN PRAKTIKUM AGH 200 DASAR-DASAR AGRONOMI

Pemupukan Nitrogen pada Dua Varietas Kedelai

Oleh

Kelompok  4B

Ahmad Safuan                        A24110105

Azmi Syahrian            F14110095

Danar Dwi                  A44110073

Dina Azhara                H34110086

Eka Yuliana                A24110038

Farah Virginia             F14110052

Irpan Maulana             F14110102

Koco Saguh Pribadi    A24110081

Saraswati Sisriyani      A44110058

Solihin Nafar               A44110066

 

Hari Praktikum:

Rabu

DEPARTEMEN AGRONOMI DAN HORTIKULTURA

FAKULTAS PERTANIAN

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

BOGOR, 2012

Kata Pengantar

 

Dasar – Dasar Agronomi adalah mata kuliah yang membahas peranan tanaman dalam kaitan dengan kebudayaan, kemajuan ekonomi dan kecukupan pangan dan gizi suatu masyarakat atau negara untuk memotivasi usaha peningkatan produksi tanaman . Mata kuliah Dasar – Dasar Agronomi ini berada di bawah naungan departemen Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor. Mata kuliah ini memiliki bobot 3 (tiga) sks yang terbagi atas 2 (dua) jam perkuliahan dan 3 (tiga) jam praktikum.

Materi praktikum lapang pada tahun ini mencakup ke dalam 4 (empat) bagian. Bagian yang pertama adalah percobaan budidaya tanaman pangan seperti jagung, kacang tanah, kacang kedelai dan kacang hijau di daerah Leuwi Kopo. Bagian kedua adalah budidaya tanaman kopi di Kebun Cikabayan. Bagian ketiga adalah identifikasi tanaman perkebunan yang bertempat di Kebun Cikabayan dan bagian yang terakhir adalah identifikasi tanaman hortikultura yang bertempat di Cikarawang.

Pada akhir praktikum, mahasiswa membuat laporan sebagai tugas akhir mata kuliah Dasar – dasar Agronomi yang dibantu dengan adanya Pedoman Praktikum Mata Kuliah dasar-Dasar Agronomi. Kami kelompok 4B membuat laporan kelompok dengan judul utama “Pemupukan Nitrogen pada Dua Varietas Kedelai”. Kami memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas ini tepat waktu. Tak lupa juga kami mengucapkan terima kasih kepada :

 

  1. Dosen – dosen mata kuliah Dasar – Dasar Agronomi
  2. Kakak – kakak pembimbing praktikum
  3. Orang tua yang telah mendukung kami, dan
  4. Teman – teman sekalian.

 

Semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Akhir kata, kami ucapkan terima kasih.

 

 

Daftar Isi

 

Kata Pengantar                                                                                               1

Daftar isi                                                                                                         2

Daftar Tabel                                                                                                    3

Daftar Gambar                                                                                                3

 

BAB I PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang                                                                                          4

1.2  Tujuan Praktikum                                                                                      4

 

BAB II TINJAUAN PUSTAKA                                                                   5

BAB III BAHAN DAN METODE

3.1 Tempat dan Waktu                                                                                   7

3.2 Bahan dan Alat                                                                                         8

3.3 Cara Pelaksanaan                                                                                      8

 

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1  Hasil                                                                                                          10

4.2  Pembahasan                                                                                              14

 

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan                                                                                               21

5.2 Saran                                                                                                         22

 

DAFTAR PUSTAKA                                                                                                23

 

 

 

 

Daftar Grafik

Nomor                                                                                                                         Halaman

  1. Data jumlah benih pada 1 MST                                                                             10
  2. Data tinggi, jumlah daun, dan jumlah cabang tanaman kedelai perlakuan            11

K1N0

  1. Perbandingan tinggi tanaman                                                                                 12

 

Daftar Tabel

Nomor                                                                                                                         Halaman

  1. Data tinggi tanaman kedelai                                                                                  11
  2. Data jumlah daun tanaman kedelai                                                                        12
  3. Data jumlah cabang tanaman kedelai                                                                     12
  4. Data umur berbunga tanaman kedelai                                                                    13
  5. Data bobot polong tanaman kedelai                                                                      13
  6. Data bobot polong, brangkasan dan rendemen kedelai                                         14

 

Daftar Gambar

Nomor                                                                                                                         Halaman

  1. Polong tanaman kedelai                                                                                       14
  2. Bintil akar pada tanaman kedelai                                                                         14
  3. Bakteri Rhizobium pada bintil akar tanaman kedelai                                          15
  4. Kandungan unsur hara yang dibutuhkan tanaman                                              16
  5. Furadan                                                                                                                17

 

 

 

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1     Latar Belakang

Banyak sumber mengatakan bahwa kedelai berasal dari negara China pada awal Masehi. Tanaman yang  merupakan sumber protein dan lemak nabati yang sangat tinggi ini mempunyai peranan penting dalam kehidupan. Kedelai mengandung 35% protein sedangkan kadar protein pada varietas unggul dapat mencapai 40 – 43 %. Kebutuhan protein sebesar 55 gram per hari dapat dipenuhi dengan makanan yang berasal dari kedelai sebanyak 157,14 gram. (Radiyati, 1992).

Indonesia merupakan salah satu negara yang tergantung pada penggunaan kedelai sebagai sumber utama protein nabati. Dewasa ini, kebutuhan kedelai nasional masih tergantung impor luar negeri. Hal ini menyebabkan pemborosan devisa negara, serta mempengaruhi pasar dalam negeri yang mengakibatkan kurangnya minat petani untuk menanam kedelai, sehingga lapangan kerja dan nilai tukar petani menjadi berkurang. Ditingkat petani, kedelai masih dianggap sebagai tanaman sampingan, tanaman sela atau tanaman untung-untungan.

Untuk mengatasi hal tersebut, maka produktivitas tanaman kedelai harus ditingkatkan. Melalui manipulasi genetik maupun lingkungan, hasil tanaman yang tinggi dapat diwujudkan dengan memperoleh sifat-sifat tanaman yang dikehendaki dalam kegiatan produksi tanaman. Sifat- sifat yang dikehendaki tersebut contohnya ketahanan hama penyakit, umur panen yang cepat dan produktivitas yang tinggi.

Kedelai termasuk famili Poaceae yang mempunyai kemampuan untuk bersimbiosis dengan bakteri Rhizobium untuk menangkap N bebas (N2). Sebagian kebutuhan hara nitrogen kedelai dapat dipenuhi dari simbiosis ini.

 

1.2     Tujuan Praktikum

  1. Mahasiswa mendapat pengalaman menanam kedelai.
  2. Mahasiswa dapat mempelajari kebutuhan nitrogen pada kedelai.
  3. Mahasiswa dapat membandingkan pertumbuhan dua varietas kedelai.

 

 

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

Tanaman kedelai telah lama diusahakan di Indonesia sejak tahun 1970. Sebagai bahan makanan kedelai banyak mengandung protein, lemak dan vitamin, sehingga tidak mengherankan bila kedelai mendapat julukan : gold from the soil (emas yang muncul dari tanah) ataupun cow from China artinya api dari Cina (Ditjen Pertanian Tanaman Pangan, 1991).

Kedelai (Glycine max (L.) Merr.) merupakan salah satu tanaman polong-polongan dari famili papilionaceae (leguminoceae). Kedelai merupakan terna dikotil semusim dengan percabangan sedikit, sistem perakaran akar tunggang, dan batang berkambium. Kedelai dapat berubah penampilan menjadi tumbuhan setengah merambat dalam keadaan pencahayaan rendah. Kedelai dapat tumbuh baik pada iklim panas dengan temperatur 20 °C to 30 °C (68°F to 86°F) dan dalam kondisi tanah yang cukup luas, dengan pertumbuhan maksimum pada tanah alluvial lembab dengan kandungan bahan organik yang tinggi. Berdasar warna kulitnya, kedelai dapat dibedakan atas kedelai putih, kedelai hitam, kedelai coklat dan kedelai hijau. Kedelai yang ditanam di Indonesia adalah kedelai kuning atau putih, hitam dan hijau. Perbedaan warna tersebut akan berpengaruh dalam penggunaan kedelai sebagai bahan pangan, misalnya untuk kecap digunakan kedelai hitam, putih atau kuning sedangkan susu kedelai dibuat dari kedelai kuning atau putih. (Suliantari dan Winniati, 1990)

Biji kedelai berkeping dua, terbungkus kulit biji dan tidak mengandung jaringan endosperma. Embrio terletak diantara keping biji. Warna kulit biji kuning, hitam, hijau, coklat. Pusar biji (hilum) adalah jaringan bekas biji melekat pada dinding buah. Bentuk biji kedelai umumnya bulat lonjong tetapai ada pula yang bundar atau bulat agak pipih. Biji kedelai yang kering akan berkecambah bila memperoleh air yang cukup. Kecambah kedelai tergolong epigeal, yaitu keping biji muncul diatas tanah. Warna hipokotil, yaitu bagian batang kecambah dibawah keping, ungu atau hijau yang berhubungan dengan warna bunga. Kedelai yang berhipokotil ungu berbunga ungu, sedang yang berhipokotil hijau berbunga putih. Kecambah kedelai dapat digunakan sebagai sayuran (tauge).

Tanaman kedelai mempunyai akar tunggang yang membentuk akar-akar cabang yang tumbuh menyamping (horizontal) tidak jauh dari permukaan tanah. Jika kelembapan tanah turun, akar akan berkembang lebih ke dalam agar dapat menyerap unsur hara dan air. Pertumbuhan ke samping dapat mencapai jarak 40 cm, dengan kedalaman hingga 120 cm. Selain berfungsi sebagai tempat bertumpunya tanaman dan alat pengangkut air maupun unsur hara, akar tanaman kedelai juga merupakan tempat terbentuknya bintil-bintil akar. Bintil akar tersebut berupa koloni dari bakteri pengikat nitrogen Bradyrhizobium japonicum yang bersimbiosis secara mutualis dengan kedelai. Pada tanah yang telah mengandung bakteri ini, bintil akar mulai terbentuk sekitar 15 – 20 hari setelah tanam. Bakteri bintil akar dapat mengikat nitrogen langsung dari udara dalam bentuk gas N2 yang kemudian dapat digunakan oleh kedelai setelah dioksidasi menjadi nitrat (NO3).

Kedelai berbatang dengan tinggi 30–100 cm. Batang dapat membentuk 3 – 6 cabang, tetapi bila jarak antar tanaman rapat, cabang menjadi berkurang, atau tidak bercabang sama sekali. Tipe pertumbuhan batang dapat dibedakan menjadi terbatas (determinate), tidak terbatas (indeterminate), dan setengah terbatas (semi-indeterminate). Tipe terbatas memiliki ciri khas berbunga serentak dan mengakhiri pertumbuhan meninggi. Tanaman pendek sampai sedang, ujung batang hampir sama besar dengan batang bagian tengah, daun teratas sama besar dengan daun batang tengah. Tipe tidak terbatas memiliki ciri berbunga secara bertahap dari bawah ke atas dan tumbuhan terus tumbuh. Tanaman berpostur sedang sampai tinggi, ujung batang lebih kecil dari bagian tengah. Tipe setengah terbatas memiliki karakteristik antara kedua tipe lainnya.

Bunga kedelai termasuk bunga sempurna yaitu setiap bunga mempunyai alat jantan dan alat betina. Penyerbukan terjadi pada saat mahkota bunga masih menutup sehingga kemungkinan kawin silang alami amat kecil. Bunga terletak pada ruas-ruas batang, berwarna ungu atau putih. Tidak semua bunga dapat menjadi polong walaupun telah terjadi penyerbukan secara sempurna. Sekitar 60% bunga rontok sebelum membentuk polong. Setiap tanaman mampu menghasilkan 100 – 250 polong. Polong kedelai berbulu dan berwarna kuning kecoklatan atau abu-abu. Selama proses pematangan buah, polong yang mula-mula berwarna hijau akan berubah menjadi kehitaman.

Pada buku (nodus) pertama tanaman yang tumbuh dari biji terbentuk sepasang daun tunggal. Selanjutnya, pada semua buku di atasnya terbentuk daun majemuk selalu dengan tiga helai. Helai daun tunggal memiliki tangkai pendek dan daun bertiga mempunyai tangkai agak panjang. Masing-masing daun berbentuk oval, tipis, dan berwarna hijau. Permukaan daun berbulu halus (trichoma) pada kedua sisi. Tunas atau bunga akan muncul pada ketiak tangkai daun majemuk. Setelah tua, daun menguning dan gugur, mulai dari daun yang menempel di bagian bawah batang.

Kedelai dibudidayakan di lahan sawah maupun lahan kering. Di lahan sawah, kedelai umumnya ditanam pada musim kemarau setelah pertanaman 10 padi. Sedangkan di lahan kering (tegalan) kedelai umumnya ditanam pada musim hujan. Langkah-langkah utama dalam budi daya kedelai ialah pemilihan benih, persiapan lahan, penanaman, pemeliharaan, panen dan pascapanen. Berdasarkan informasi dari Balai Penelitian Tanaman Kacang-kacangan dan Umbi-umbian – Kementan (2011), kualitas benih sangat menentukan keberhasilan usaha tani kedelai. Pada penanaman kedelai, benih ditanam secara langsung, sehingga apabila kemampuan tumbuhnya rendah,  jumlah populasi per satuan luas akan berkurang. Oleh karena itu, agar dapat memberikan hasil yang memuaskan, dipilih varietas kedelai yang sesuai dengan kebutuhan, mampu beradaptasi dengan kondisi lapang, dan memenuhi standar mutu benih yang baik.

Varietas unggul kedelai Wilis paling luas ditanam oleh petani saat ini. Varietas unggul tersebut telah dievaluasi daya hasilnya, sehingga apabila dibudidayakan dengan benar dan baik, produktivitasnya dapat mencapai 1,5-2,0 ton/ha. Penyediaan benih kedelai yang bermutu untuk petani masih merupakan masalah yang memerlukan pemecahan.  Kebutuhan benih dengan daya tumbuh lebih 90% adalah sekitar  45-50 kg biji/ha luas lahan. Ditingkat petani, kedelai masih dianggap sebagai tanaman sampingan, tanaman sela atau tanaman untung-untungan. Untuk mengatasi itu maka upaya peningkatan   produksi kedelai  perlu diikuti dengan usaha menyadarkan petani menjadi profesional dalam berusaha tani.

 

 

BAB III

BAHAN DAN METODE

3.1  Tempat dan Waktu

Praktikum ini dilakukan setiap hari Rabu mulai dari tanggal 19 September 2012 hingga 21 November 2012 di Kebun Percobaan Leuwi Kopo.

 

3.2  Bahan dan Alat

Tanaman kedelai yang dibudidayakan pada praktikum kali ini berasal dari bibit kedelai varietas Anjasmoro dengan perlakuan K1N0 artinya tidak menggunakan pupuk N. Pupuk yang digunakan adalah Urea (45% N), SP-36 (36% P2O5), KCl (60% K2O). Insektisida yang digunakan adalah furadan. Alat – alat yang dibutuhkan antara lain:

 

1)      Ember

2)      Cangkul

3)      Arit

4)      Tali rafia

5)      Tongkat kayu

6)      Meteran

7)      Ajir

8)      Label Percobaan

9)      Kored

10)   Tugal

 

 

3.3  Cara Pelaksanaan

Penanaman

Setelah petak dibersihkan dengan menggunakan arit dan tanahnya digemburkan dengan menggunakan cangkul maka proses penanaman benih kedelai siap dilakukan. Proses penanaman adalah sebagai berikut:

a)      Memasang ajir pada tiap sudut petak tanam.

b)      Tali yang telah diberi tanda jarak tanam diikatkan pada ajir 2 ajir dan digunakan sebagai acuan lubang tanam. Tali digerakkan sesuai jarak antar baris (40 cm) dengan arah Timur-Barat.

c)      Membuat lubang tanam sedalam 4-5 cm sesuai jarak tanam (40cm x 10 cm)

d)     Membuat alur pupuk pada jarak 7 cm dari alur lubang tanam dengan kedalaman 7 cm.

e)      Mencampurkan seluruh pupuk urea dengan SP-18 dan KCl secara merata lalu dibagi sesuai jumlah alur pupuk yang ada

f)       Menabur pupuk ke alur secara merata

g)      Menaruh benih di tiap lubang tanam, satu lubang tanam dimasukkan satu benih.

h)      Menaruh furadan di lubang tanam dengan dosis 20 kg/ha

i)        Setelah semua lubang tanam ditanam benih dan ditabur furadan, kami menutup lubang tanam dengan tanah yang gembur. Begitu juga pada alur pupuk.

j)        Menyiram petak lahan dengan air secukupnya

Pemeliharaan

Setelah proses penanaman benih kedelai selesai. Maka selanjutnya dilakukan pemeliharaan pada minggu – minggu berikutnya seperti:

1)        Penyiangan dan penggemburan tanah, kami mencabut gulma yang tumbuh di petak lahan sekaligus menggemburkan tanah dengan menggunakan cangkul.

2)        Karena curah hujan yang tinggi maka kami membuat saluran air di sekeliling petakan dengan menggunakan cangkul. Saluran air bertujuan untuk melancarkan pembuangan air agar air tidak menumpuk di petakan lahan.

 

Pengamatan

Selama proses pertumbuhan tanaman kedelai, kami melakukan berbagai pengamatan seperti:

1)      Menghitung Daya tumbuh benih; menghitung populasi tanaman per hektar dan per petak. Pada 1 MST kami menghitung jumlah benih yang tumbuh dari seluruh lubang tanam, kemudian dipresentasikan terhadap seluruh jumlah benih yang ditanam.

2)      Mengamati tipe perkecambahan tanaman kedelai

3)      Pada 2 MST kami mengambil 10 tanaman contoh secara acak. Tanamn contoh tidak boleh diambil di pinggir petak tanam. Tanaman contoh tersebut yang akan mewakili seluruh tanaman yang ada di petak. Hal – hal yang diamati dari 10 tanaman contoh adalah:

  1. Tinggi tanaman (cm); diukur dari buku pertama sampai ke titik tumbuh tanaman
  2. Jumlah daun trifoliate; daun yang membuka sempurna.
  3. Jumlah cabang; termasuk batang utama
  4. Pada 6 MST menghitung luas daun per tanaman; kemudian dapat ditentukan indeks luas daunnya

4)      Pada 3 MST dan 6 MST kami mencabut satu tanaman yang berada di pinggir petak lahan dan mengamati apakah terdapat bintil akar. Kemudian mengidentifikasi apakah bintil akar tersebut dalam fase aktif memfiksasi nitrogen atau tidak. Identifiksi dilakukan dengan membelah bintil akar tersebut dan melihat warnanya.

5)      Menghitung umur tanaman pada saat keluar bunga

Penyulaman

Pada 1 MST terdapat 302 benih yang tidak tumbuh, maka kami melakukan penyulaman dengan proses sebagai berikut:

1)      Membuat lubang tanam pada tempat dimana benih – benih tidak tumbuh sesuai jarak tanam pada minggu lalu dengan kedalaman 4 – 5 cm

2)      Menaruh benih pada lubang tanam tersebut, setiap satu lubang ditaruh satu benih kedelai

3)      Menutup lubang tanam dengan tanah yang gembur.

 

Pengamatan saat panen:

1)                  Menimbang bobot brangkasan 10 tanaman contoh

2)                  Menimbang bobot polong dan menentukan rendemennya.

3)                  Menghitung bobot per petak; selain tanaman pinggir. Kemudian hasil perhitungan dikonversikan ke luasan ha.

 

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil

Pada 1 MST kami menghitung jumlah benih yang tumbuh dan melakukan penyulaman karena terdapat benih yang tidak tumbuh. Berikut adalah perbandingan jumlah benih yang tumbuh dengan jumlah benih yang tidak tumbuh:

 

 

Grafik 1. Data jumlah benih pada 1 MST

Benih yang tumbuh sebanyak 1226 benih dari 1632 benih yang ditanam. Benih yang tidak tumbuh ada sebanyak 302 benih. Presentase daya tumbuh adalah sebesar 75,12 %. Tipe perkecambahan tanaman kedelai setelah diamati adalah epigeal. Berikut adalah perhitungan presentase daya tumbuh benih kedelai:

 

 

 

 

Pada praktikum ke-4 (empat), kelompok kami mengambil 10 tanaman contoh yang terletak di pertengahan petak. Semua data yang diperoleh berdasarkan pertumbuhan 10 tanaman contoh tersebut. Inilah hasil percobaan budidaya tanaman kedelai varietas Anjasmoro dengan perlakuan K1N0 :

 

Grafik 2. Data tinggi, jumlah daun, dan jumlah cabang tanaman kedelai perlakuan K1N0

 

Data rata-rata tinggi tanaman kedelai pada kelompok besar:

*dalam cm

Perlakuan minggu ke
1 2 3 4 5 6 7 8
K1N0 - 8,9 17,23 20,8 28,15 35,5 40,9 43,92
K1N1 - 9,78 17,08 25,25 33,73 38,6 40,18 40,35
K2N0 - 8,25 16,81 19,8 28,75 33,5 34,4 35,1
K2N1 - 7,06 12,04 16,4 21,223 26,74 31,88 36,5

Tabel 1. Data tinggi tanaman kedelai

 

Perbandingan pertumbuhan tinggi tanaman kedelai dari masing-masing kelompok adalah sebagaiberikut:

 

Grafik 3. Perbandingan tinggi tanaman

 

Data rata-rata jumlah daun tanaman kedelai dalam kelompok besar:

*dalam helai

Perlakuan Minggu ke
1 2 3 4 5 6 7 8
K1N0  - 2,2 3,1 4,8 7,4 9,8 15,2 16,9
K1N1  - 2 4 6 8 12 16 16
K2N0  - 1,3 2,8 4,7 7,5 7,8 8,6 9
K2N1  - 1,3 3 4,5 5,1 6,5 7,3 7,5

Tabel 2. Data jumlah daun tanaman kedelai

Data rata-rata jumlah cabang tanaman kedelai kelompok besar:

Perlakuan Minggu ke
1 2 3 4 5 6 7 8
K1N0             2,4 3,4
K1N1         2 4 4 4
K2N0       0,2 0,8 1,5 0,8 2,5
K2N1                

Tabel 3. Data jumlah cabang tanaman kedelai

 

Data umur berbunga tanaman kedelai pada kelompok besar:

Perlakuan

Minggu ke

1

2

3

4

5

6

7

8

K1N0      √          
K1N1            √    
K2N0        √        
K2N1        √        

Tabel 4. Data umur berbunga tanaman kedelai

 

Data Hasil Panen

Sampel 20 tanaman

 

 

 

 

 

 

 

Berikut adalah data bobot polong kedelai kelompok besar setalah panen pada 8 MST:

Perlakuan

Minggu ke

Bobot Polong

Bobot Polong/ha

K1N0

160 gram

6,46 ton

K1N1

171 gram

4,275 ton

K2N0

239 gram

5,975 ton

K2N1

85 gram

3,457 ton

Tabel 5. Data bobot polong kedelai

 

 

Berikut adalah data bobot polong, brangkasan, dan rendemen tanaman kedelai kelompok besar:

Perlakuan

Minggu ke

Bobot Polong

Bobot Brangkasan

Bobot Rendemen

K1N0

160 gram

309 gram

0,51

K1N1

171 gram

35

K2N0

239 gram

463 gram

0.516

K2N1

85 gram

154 gram

0,552

Tabel 6. Data bobot polong, brangkasan dan rendemen kedelai.

 

4.2 Pembahasan    

v

Gambar 1. Polong Tanaman Kedelai

Populasi

Pada satu minggu setelah tanam (1 MST) terdapat 302 benih yang tidak tumbuh maka dari itu kami melakukan penyulaman. Penyebab adanya benih yang tidak tumbuh antara lain sebagai berikut:

  • Benih busuk
  • Lubang tanam terlalu dalam atau terlalu dangkal
  • Benih dimakan serangga

v  Perkecambahan

Perkecambahan adalah proses munculnya plantula (tanaman kecil) dari dalam biji yang merupakan hasil pertumbuhan dan perkembangan embrio. Berdasarkan pengamatan terhadap tanaman kedelai, tipe perkecambahannya adalah Epigeal, yaitu tipe perkecambahan di atas tanah. Artinya plumula muncul ke permukaan tanah sedangkan kotiledon tinggal di dalam tanah.

v  Bintil akar

 

Gambar 2. Bintil akar pada tanaman kedelai

Bintil akar adalah tonjolan kecil di akar yang terbentuk akibat infeksi bakteri pengikat nitrogen yang bersimbiosis secara mutualisme dengan tanaman kedelai. Kerja sama ini memungkinkan tersedianya nitrogen bagi tumbuhan simbion, khususnya pada keadaan kurangnya ketersediaan nitrogen larut di tanah. Pada tanaman kedelai kami, bintil akar mulai tumbuh pada minggu ke 3 (tiga) dan ke 6 (enam) setelah tanam. Bintil akar berwarna merah muda, ini menandakan bahwa bintil akar masih aktif memfiksasi nitrogen.

 

Gambar 3. Bakteri Rhizobium pada bintil akar tanaman kedelai

 

Penunjang

Selama praktikum budidaya tanaman kedelai berlangsung, ada beberapa hal yang menjadi penunjang dalam proses pertumbuhan tanaman kedelai antara lain:

  1. Pupuk Urea, SP – 36, dan KCl

Pupuk dasar seperti Urea , SP – 36 dan KCl dapat membantu memenuhi nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman kedelai yang dapat menunjang pertumbuhan tanaman kedelai tersebut.

Pupuk Urea

Pupuk Urea adalah pupuk kimia mengandung Nitrogen (N) berkadar tinggi. Unsur Nitrogen merupakan zat hara yang sangat diperlukan tanaman. Pupuk urea berbentuk butir-butir kristal berwarna putih . Pupuk urea dengan rumus kimia NH2 CONH2 merupakan pupu kyang mudah larut dalam air dan sifatnya sangat mudah menghisap air (higroskopis), karena itu sebaiknya disimpan di tempat yang kering dan tertutup rapat. Pupuk urea mengandung unsur hara N sebesar 46% dengan pengertian setiap 100kg mengandung 46 Kg Nitrogen, Moisture 0,5%, Kadar Biuret 1%, ukuran 1-3,35MM 90% Min serta berbentuk Prill.

 

Pupuk SP 36 (Superphospat 36)

SP 36 merupakan pupuk fosfat yang berasal dari batuan fosfat yang ditambang. Kandungan unsur haranya dalam bentuk P2O5 SP 36 adalah 46 % yang lebih rendah dari TSP yaitu 36 %. Dalam air jika ditambahkan dengan ammonium sulfat akan menaikkan serapan fosfat oleh tanaman. Namun kekurangannya dapat mengakibatkan pertumbuhan tanaman menjadi kerdil, lamban pemasakan dan produksi tanaman rendah. (Hakim, dkk, 1986).

 

Gambar 4. Kandungan unsur hara yang dibutuhkan tanaman

Pupuk KCl (Kalium Klorida)

Pembuatan pupuk KCl melalui proses ekstraksi bahan baku (deposit K) yang kemudian diteruskan dengan pemisahan bahan melalui penyulingan untuk menghasilkan pupuk KCl. Kalium klorida (KCl) merupakan salah satu jenis pupuk kalium yang juga termasuk pupuk tunggal. Kalium satu-satunya kation monovalen yang esensial bagi tanaman. Peran utama kalium ialah sebagai aktivator berbagai enzim.

Kandungan utama dari endapan tambang kalsium adalah KCl dan sedikit K2SO4. Hal ini disebabkan karena umumnya tercampur dengan bahan lain seperti kotoran, pupuk ini harus dimurnikan terlebih dahulu. Hasil pemurniannya mengandung K2O sampai 60 %. Pupuk Kalium (KCl) berfungsi mengurangi efek negative dari pupuk N, memperkuat batang tanaman, serta meningkatkan pembentukan hijau dan dan dan karbohidrat pada buah dan ketahanan tanaman terhadap penyakit.

Kekurangan hara kalium menyebabkan tanaman kerdil, lemah (tidak tegak, proses pengangkutan hara pernafasan dan fotosintesis terganggu yang pada akhirnya mengurangi produksi. Kelebihan kalium dapat menyebabkan daun cepat menua sebagai akibat kadar Magnesium daun dapat menurun. Kadang-kadang menjadi tingkat terendah sehingga aktivitas fotosintesa terganggu.

  1. Lahan yang subur
  2. Furadan

 

Gambar 5. Furadan

Furadan berfungsi sebagai insektisida. Bahan furadan hanya menggunakan tiga macam bahan, yaitu Jengkol, Belerang, dan pasir sebagai media menempelnya dua bahan tersebut agar bisa disebar dalam persemaian atau lahan yang akan ditanami, cara membuatnya juga sangat mudah, jengkol di tumbuk atau diparut sampai halus, kemudian dicampur dengan pasir kering dan lembut, setelah bercampur secara merata kemudian disimpan dalam ember dan ditutup rapat dengan plastic sampai 1 minggu baru furadan ini bisa diaplikasikan. Furadan   digunakan untuk membunuh serangga dalam bentuk larva seperti penggerek daun, lalat daun, wereng hijau, ganjur, lundi/uret, nematoda bintil akar, perusak daun, ulat grayak, dan penggerek pucuk, sehingga aplikasi furadan dalam pembibitan sangat membantu agar benih yang disemaikan dapat terbebas dari hama tersebut.

 

  1. Curah hujan yang cukup

Curah hujan yang cukup tinggi selama masa pertumbuhan tanaman kedelai sangat membantu kami sehingga kami tidak perlu menyiram langsung ke kebun percobaan di Leuwikopo.

Hambatan

Hambatan – hambatan yang terjadi selama praktikum berlangsung antara lain:

  1. Intensitas hujan yang tinggi selain dapat memberikan manfaat juga dapat memberikan kerugian seperti membuat petak lahan di bagian pinggir mengalami erosi sehingga banyak tanaman pinggir yang miring bahkan tumbang. Hal itu membuat bobot brangkasan dan bobot polong yang dipanen berkurang. Maka, produktivitas budidaya tanaman kedelai juga berkurang.
  2. Tidak diberinya pupuk NPK menjadi salah satu faktor penyebeb polong pada tanaman kedelai banyak yang kosong. Pupuk NPK merupakan pupuk majemuk dengan kandungan unsur hara yang lengkap. Beberapa Unsur hara yang terkandung dalam pupuk NPK adalah sebagai berikut :

 

Nitrogen

Nitrogen keberadaannya mutlak ada untuk kelangsungan pertumbuhan dan perkembangan tanaman dan dibutuhkan dalam jumlah yang banyak.
Tanaman mengandung cukup N akan menunjukkan warna daun hijau tua yang artinya kadar klorofil dalam daun tinggi. Sebaliknya apabila tanaman kekurangan atau defisiensi N maka daun akan menguning (klorosis) karena kukarangan klorofil. Pertumbuhan tanaman lambat, lemah dan tanaman menjadi kerdil juga bisa disebabkan oleh kekurangan N. Tanaman cepat masak bisa disebabkan oleh kekurangan N. Defisiensi N juga dapat meningkatkan kadar air biji dan menurunkan produksi dan kualitas. Kelebihan N akan meningkatkan pertumbuhan vegetatif tanaman, tetapi akan memperpendek masa generatif, yang akhirnya justru menurunkan produksi atau menurunkan kualitas produksi tanaman. Tanaman yang kelebihan N menunjukkan warna hijau gelap sukulen, yang menyebabkan tanaman peka terhadap hama, penyakit dan mudah roboh. Apabila N tersedia didalam tanah hanya atau sebagian besar dalam bentuk amonium, dapat menyebabkan keracunan pada tanaman dan akhirnya dapat mengakibatkan jaringan vascular pecah dan berakibat pada terhambatnya serapan air. Semua atau sebagian besar pupuk N komersiil mempunyai kelarutan tinggi jika diberikan ke dalam tanah. Berbeda dengan pupuk N dari bahan organik baik pupuk kandang, pupuk hijau, dan kompos, akan melepas N jika telah didekomposisikan. Semua bentuk N di dalam tanah akan dikonversikan atau dioksidasi menjadi NO3-, yang selanjutnya menjadi subjek reaksi/proses denitrifikasi, erosi, dan pencucian. Sehingga bentuk NO3- di dalam tanah sangat tidak stabil.

Penggunaan pupuk nitrogen dalam tanah sebagian besar akan berpengaruhpada penurunan pH tanah. Hal ini disebabkan bahwa perubahan bentuk NH4+ menjadi NO3- akan melepas H+ sehingga akan menurunkan pH tanah. Selain itu NO3- merupakan faktor utama yang berhubungan dengan pencucian ion-ion basa seperti Ca2+, Mg+2, dan K+. Ion nitrat dan basa-basa tersebut tercuci secara bersama-sama yang akhirnya meninggalkan tapak-tapak pertukaran di dalam tanah yang bermuatan negatif. Selanjutnya tapak-tapak petukaran tersebut diganti H+ yang dapat menyebabkan penurunan pH tanah. Pengaruh kemasaman dan kebasahan beberapa pupuk sumber N yang dapat menurunkan pH tanah, diukur berdasarkan jumlah CaCO3 murni (Kg CaCO3. Kg/N) yang dibutuhkan untuk mengembalikan pH tanah sebelum terjadi perubahan pH.

 

P (Fosfor)

Tidak ada unsur lain yang dapat menggantikan fungsinya dalam tanaman, sehingga tanaman harus mendapatkan atau mengandung P secara cukup untuk pertumbuhannya secara normal. Fungsi penting forfor di dalam tanaman yaitu dalam proses fotosintesis, respirasi, transfer dan penyimpanan energi, pembelahan dan pembesaran sel serta proses-proses di dalam tanaman lainnya. Pada umumnya kadar P di dalam tanaman di bawah kadar N dan K yaitu sekitar 0,1 hingga 0,2%. Di Indonesia pupuk P sangat bermasalah, karena selain efisiensi pemupukan P rendah juga tambang P di Indonesia jarang, beragam dan berkadar rendah. Hal ini mengakibatkan untuk mencukupi kebutuhan P harus import.

Tanaman menyerap sebagian besar unsur hara P dalam bentuk ion ortofosfat primer (H2PO4-). Sejumlah kecil diserap dalam bentuk ion ortofosfat sekunder (HPO4-2). pH tanah sangat besar pengaruhnya terhadap perbandingan serapan ion-ion tersebut, yaitu makin masam H2PO4- makin besar sehingga makin banyak yang diserap tanaman dibandingkan dengan HPO4-2.

Fosfor didalam tanaman mempunyai fungsi sangat penting yaitu dalam proses fotosintesis, respirasi, transfer dan penyimpanan energi, pembelahan dan pembesaran sel serta proses-proses di dalam tanaman lainnya. Fosfor meningkatkan kualitas buah, sayuran, biji-bijian dan sangat penting dalam pembentukan biji. P juga sangat penting dalam transfer sifat-sifat menurun dari satu generasi ke generasi berikutnya. Fosfor membantu mempercepat perkembangan akar dan perkecambahan, dapat meningkatkan efisiensi penggunaan air, meningkatkan daya tahan terhadap penyakit yang akhirnya meningkatkan kualitas hasil panen.

Gejala pertama tanaman yang kekurangan P adalah tanaman menjadi kerdil. Bentuk daun tidak normal dan apabila defisiensi akut maka ada bagian-bagian daun, buah dan batang yang mati. Defisiensi P juga dapat menyebabkan penundaan kemasakan, juga pengisian biji berkurang.

Sebagian besar tanaman dapat mengambil P yang diberikan dari pupuk sebesar 10 hingga 30% dari total P yang diberikan selama tahun pertama pemberian. Besarnya kemampuan tanaman ini dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti : sumber P, tipe tanah, tanaman, metode aplikasi dan musim. Akan tetapi banyak residu P dari pemupukan menjadi lebih tersedia setelah penanaman berikutnya.

Kalium

Kalium didalam jaringan tanaman ada dalam bentuk kation dan bervariasi sekitar 1,7 – 2,7% dari berat kering daun yang tumbuh secara normal. Ion K di dalam tanaman berfungsi sebagai aktivator dari banyak enzim yang berpartisipasi dalam beberapa proses metabolisme utama tanaman.

Kalium sangat vital dalam proses fotosintesis. Apabila K defisiensi maka proses fotosintesis akan turun, akan tetapi respirasi tanaman akan meningkat. Kejadian ini akan menyebabkan banyak karbohidrat yang ada dalam jaringan tanaman tersebut digunakan untuk mendapatkan energi untuk aktivitas-aktivitasnya sehingga pembentukan bagian-bagian tanaman akan berkurang yang akhirnya pembentukan dan produksi tanaman berkurang. Fungsi kalium yang lain adalah :

– Penting dalam pemecahan karbohidrat, proses pemberian energi bagi tanaman.
– Membantu dalam kesetimbangan ion dalam tanaman.

– Penting dalam translokasi logam-logam berat seperti Fe.

– Membantu tanaman mengatasi gangguan penyakit

– Penting dalam pembentukan buah

– Meningkatkan daya tahan tanaman terhadap iklim tidak menguntungkan

Fungsi penting K dalam pertumbuhan tanaman adalah pengaruhnya pada efisiensi penggunaan air. proses membuka dan menutup pori-pori daun tanaman, stomata, dikendalikan oleh konsentrasi K dalam sel yang terdapat disekitar stoma. Kadar K tidak cukup (defisien) dapat menyebabkan stomata membuka hanya sebagian dan menjadi lebih lambat dalam penutupan.

Gejala kekurangan K ditunjukkan dengan : tanda-tanda terbakarnya daun yang dimulai dari ujung atau pinggir, bercak-bercak nekrotik berwarna coklat pada daun-daun dan batang yang tua. Sumber pupuk K utama diantaranya :

– Klium Klorida (KCl), mengandung 60 – 62% K2O dan larut air.

– Kalium Sulfat (K2SO4) atau Sulphate of Potash (SOP), mengandung 50% K2O dan 18%S, serta Cl dibawah 2,5% sehingga cocok digunakan pada tanaman yang sensitif terhadap Cl seperti buah-buahan dan tembakau.

– Kalium-magnesium Sulfat (K2SO4.2MgSO4) mengandung 22% K2O, 11% Mg dan 22%S.

– Kalium Nitrat (KNO3), mengandung 44% K2O dan 13% N.

  1. Tanah yang subur banyak mengandung unsur hara dan membuat banyak tumbuhan liar tumbuh disana. Tumbuhan liar atau gulma juga membutuhkan unsur hara, pada akhirnya gulma dengan tanaman kedelai akan bersaing untuk mendapatkan unsur – unsur mineral di dalam tanah. Akibat persaingan itu, nutrisi yang seharusnya dapat diserap sepenuhnya oleh tanaman kedelai jadi terbagi dua dengan gulma yang ada.  Hal ini menyebabkan pertumbuhan kedelai tidak semaksimal yang seharusnya.
  2. Lingkungan lahan percobaan banyak terdapat serangga. Serangga termasuk hama. Hama dapat diartikan sebagai semua binatang yang mengganggu dan merugikan tanaman yang diusahakan manusia. Serangga merupakan golongan binatang yang terbesar, kira-kira 75% dari jumlah binatang yang hidup yang telah diketahui manusia adalah serangga (Pracaya, 1991).  Serangga banyak yang sangat merugikan karena merusak tanaman. Walaupun disini kami sudah menggunakan furadan, namun furadan saja belum mampu menumpas semua serangga yang ada di lahan. Sehingga, tanaman kedelai banyak yang daunnya bolong karena dirusak oleh serangga.

 

 

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Tanaman kedelai dikelompok kami memiliki produktivitas yang kurang dari tanaman kedelai kelompok lain, akibat perlakuan yang diberikan yaitu tidak diberikannya pupuk nitrogen. Terlihat bahwa nitrogen memiliki peran yang sangat penting terhadap tanaman kedelai namun tanpa pupuk nitrogen tanaman masih dapat tumbuh dengan normal.

Varietas kedelai yang digunakan kelompok kami adalah kedelai anjasmoro, ada pula varietas yang digunakan pada kelompok lain yaitu kedelai grobogan. Keduanya merupakan varietas unggul, namun terlihat varietas anjasmoro memiliki biji lebih besar, warna biji kuning mengkilat, tahan pecah, dan produksi lebih tinggi.

 

5.2 Saran

Saran dari kami lebih baik varietas yang digunakan dalam percobaan kedelai ini lebih banyak karena dengan varietas yang lebih beragam maka pengetahuan kami akan bertambah juga dapat mengetahui karakteristik dari masing-masing varietas kedelai tersebut.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Daftar Pustaka

 

Adisarwanio, T dan Rini Wudianto. 2002. Meningkatkan Hasil Panen Kedelai di Lahan Sawah, Kering dan Pasang Surut. Jakarta: Penebar Swadaya

Baliadi, Yuliantoro dan Wedanimbi Tengkano. 2010. “Latat Penggorok Daun, Liriomyza sp (Diptera: Agronyzidae) Hama Baru pada Tanaman Kedelai”. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian. 29, (1), 5-11.

Baliadi, Yuliantoro dkk. 2008. “Penggerek Polong Kedelai, Etiella zinckenella Treitschke (Lepidoptera : Pyralidae) dan Strategi Pengendaliannya di Indonesia”. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian. 27, (4), 4-12.

http://biologi.blogsome.com/2011/07/30/epigeal-dan-hipogeal/ Dikunjungi tanggal : 23 Des 2012

http://aguskrisnoblog.wordpress.com/2011/11/30/pemanfaatan-rhizobium-sp-guna-menyuburkan-tanah-untuk-meningkatkan-kualitas-pertanian-di-indonesia/ Diakses tanggal : 23 Desember 2012

http://distan.riau.go.id/index.php/component/content/article/53-pupuk/141-unsur-hara-pupuk diakses tanggal 23 Des 2012

www.pusri.co.id/publikasi/50layinfo01.php Diakses tanggal : 23 Des 2012

http://petani-kulonprogo.blogspot.com/2012/03/furadan-alami.html Diakses tanggal: 3 Des 2012

KeShun Liu. Soybeans: Chemistry, Technology, and Utilization. Japan: An aspen publication

Pracaya. 1999. Hama dan Penyakit Tanaman. Jakarta: Penebar Swadaya.

Tim Penyusun. 2012. Panduan Praktikum Dasar-Dasar Agronomi. Bogor: IPB Press.

Nama-Nama Asisten Berikut Wajib hadir pada pertemuan asisten:
Hari: Jumat, 15 Februari 2013
Pukul: 17.00-selesai
Tempat: Ruang Rabuan Dept Ilmu Ekonomi Lt 2.
Dengan membawa jadwal kuliah masing-masing
Jika tidak hadir kemungkinan besar tidak dapat mengajar pada semester genap TA 2012 2013
terima kasih ya
NO NAMA NRP
1 Sara Dwi Rahmani H44110073
2 Dian Anggun Kusumaningtyas G14110060
3 Campina Illa Prihantini H44110002
4 Wido Prastyawan H54110046
5 Mahfudlotul Ula H34110017
6 Carla Sheila Wulandari H14110001
7 Ardelia Natakusuma H34110085
8 Irfan Gunadi H34110117
9 Suci Daraputri G14110073
10 Radita Ristiana G14110034
11 Rahmatullah H44100109
12 Suriansyah H44110023
13 Rizki Dwi Muliawati H54110018
14 Azka Azifah Dienillah H14110075
15 Pebrian G14110089
16 Lita Nia Wiguna H34110034
17 Shofiyanto H54110047
18 Penny Septina H14100042
19 Umi Khasanah H44110027
20 Alysa Noviana H34110066
21 Dina Azhara H34110086
22 Bibi Acfanly H24110019
23 Ening Dwi Jawaty H14110110
24 Vidia Nidaul Mufidah H44110011
25 Dani Arwan H54110055
26 Silmi Tsurayya H24110022
27 Meliana H14100125
28 Siti Kamila Dewi H14110028
29 Sintya Aprina H14110024
30 Ravitia Dewi H34110025
31 Astuti Rahmawati H34110030
32 Tantri Larasati H34110062
33 Bambang Yoga Perdana H34110008
34 Aisya
35 Eka Ayuni S H54100027
36 Dara Ayu Lestari H14100022
37 Muhammad Fazri H14100017
38 Vitalia Putri Asheri
39 Shara Santa Yolene H44100029
40 Salsa Dilla H14090098
41 Fiona Rebecca Hutagaol
42 Rizki Rahmatia
43 Nidaa Nazahah
44 Meilati Dwi Putri
45 Andrian Trisasongko H14090025
46 Uke Tri Evasari H14100135
47 Amelia Rosita Asnel H14090046
48 Putri Anggraeni H34100083
49 Nur Hutami Budiarti H34080076
50 Laura Cita Febrianty H14100138
51 Muhammad Kunto Adi
52 Ridho Fuadi
53 Sri Retno Wahyu Nugraheni

copy from : http://ekonomiumumfemipb.wordpress.com/2013/02/14/242/

Selamat datang di Blog Mahasiswa IPB. Ini adalah postingan pertamamu. Edit atau hapus postingan ini dan mulailah menulis blog sekarang juga!